Allah berfirman dalam Al-Qur’an; “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al-A’raf: 204).
Ayat tersebut bisa ditafsirkan bahwa Al-Qur’an, shohih likulli zaman wa makan, adalah mukjizat sekaligus obat bagi mereka yang mau membaca, mendengar, merenungi, dan menjalankan pedomannya.
Betapa indah redaksi ayat Al-Qur’an sehingga mampu menentramkan hati dan jiwa yang gundah gulana.
Lebih dari itu, barangkali masih sedikit yang tahu kekuatan Al-Qur’an sangat ampuh menyembuhkan segala macam penyakit.
Tidak hanya penyakit berat dan mematikan, namun juga mencakup berbagai penyakit ringan dan sering kali menimpa kita.
Bahkan, al-Qur’an juga sangat mujarab menyembuhkan dan menangkal penyakit-penyakit jiwa.
Buku karya Rizem Aizid ini secara jitu dan efektif mendedahkan terapi pengobatan Al-Qur’an.

Lantas, apa saja penyakit fisik yang bisa disembuhkan dengan al-Qur’an? Penyakit jiwa apa saja yang dapat ditumpas dengan terapi al-Qur’an? Dan, bagaimana pula cara penyembuhannya menggunakan al-Qur’an?
Penelitian Dr Al Qadhi dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.
Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita.
Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Tak hanya itu, Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi.
Hal tersebut diungkapkan Dr Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997.
Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Al-Qur’an menandai anugerah yang terindah apabila disyukuri umat. Selain menjadi ibadah tatkala membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita.
Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu.
Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual.
Selanjutnya, buku setebal 224 halaman ini secara otoritatif mengungkapkan beberapa penyakit fisik yang bisa disembuhkan dengan terapi al-Qur’an yang dibahas di dalam buku ini antara lain migrain, sakit mata, sakit gigi, sakit tenggorokan, sakit telinga, nyeri dada, penyakit jantung, stroke, nyeri lambung, liver, dan lain sebagainya.
Selain itu, buku yang ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami ini juga menyajikan terapi dengan al-Qur’an untuk berbagai penyakit jiwa.
Di antaranya adalah menyembuhkan ‘ain (menangis tidak wajar) pada anak, mengatasi kekhawatiran dan kegelisahan, menghilangkan kesedihan, kedukaan, kesempitan, dan kesusahan, mengatasi kerasukan makhluk halus, penangkal sihir, dan lain sebagainya.
Ihwal langkah preventif menanggulangi sihir yakni; pertama, usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi.
Cara yang paling penting dan bermanfaat ialah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz.
Selanjutnya, membaca ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas setiap selesai shalat lima waktu.
Terakhir, membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam.
Senyampang itu, Rezim Aizid menjadi sugestif dalam mengajak pembaca kembali pada titik penyerahan; “meraih hidup sehat lahir-batin dengan tetap menyandarkan segala kesembuhan kepada Allah Swt.”

1 komentar Blogger 1 Facebook

 
Terapi Ruqyah Syar'iyyah © 2013. All Rights Reserved. Share on Terapi Ruqyah. Powered by Blogger
Top